Februari dulu

Rentang
Dalam gelap mencoba merangkak
Berpegang pada desir angin,
Riuh sepoi malam
19Feb07

Hari
sesaat kelebat mendera hebat
terkapar dalam ragu namun mencoba menepis
dengan angan pasti menaruh harap
kembali bergulir penuh dengan sisa waktu
ketika asa merengek ingin bermetamorfosa
menjadi sebuah realita panjang nan indah untuk dicerna
20feb07

Detak
Teriring salam seribu bunga untuk cinta
Mengembang semerbak wangi memenuhi dinding-dinding hati

Titik-titik air turun
Berderas memenuhi hitamnya aspal
Mengguyur pori-pori rumput hijau
Di tengah kepul asap berebut tempat

Sejurus,
Angin bergoyang menyapa sore
Melenggok lunglai di atas karpet hijau
25feb07

4 Tanggapan

  1. waw, sajak tingkat tinggi
    aku tak paham

    tapi aku suka kata
    teriring salam seribu bunga untuk cinta

    kalo suatu hari kukutip gak perlu bilang lagi ya

  2. wah-wah…

  3. hai, farid.. apakabar..

    sastra endonesya… UNS ya?

    hihihii…

  4. wah wah juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: